Kurikulum & Struktur Pembelajaran

Kurikulum di Sekolah Tinggi Theologi Apollos Jakarta dirancang untuk memberikan keseimbangan antara pemahaman akademik, pembentukan karakter dan kesiapan pelayanan.

Setiap program studi memiliki struktur kurikulum yang mengacu pada standar pendidikan tinggi, serta disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan gereja dan masyarakat.


 
Struktur Kurikulum Program Sarjana (S1)

Program Sarjana memiliki total beban studi sekitar 144 SKS yang terbagi dalam beberapa kelompok mata kuliah sebagai berikut:

  • Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) – 6 SKS
  • Mata Kuliah Keilmuan dan Keahlian (MKK) – 24–30 SKS
  • Mata Kuliah Berkarya (MKB) – 24–32 SKS
  • Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) – 14–16 SKS
  • Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) – 12 SKS
  • Mata Kuliah Institusional – Lokal (MKML)

Bidang Pembelajaran Utama

Mahasiswa akan mempelajari berbagai bidang inti, antara lain:

  • Teologi Sistematika
  • Studi Alkitab (Perjanjian Lama & Baru)
  • Hermeneutika
  • Sejarah Gereja
  • Missiologi
  • Homiletika (khotbah)
  • Kepemimpinan Kristen
  • Pendidikan Agama Kristen

Kurikulum ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman teologis yang kuat, kemampuan komunikasi yang baik, serta kesiapan dalam pelayanan praktis.


 
Struktur Kurikulum Program Magister (S2)

Program Magister memiliki beban studi sekitar 44 SKS (di luar matrikulasi bagi mahasiswa non-linear), dengan struktur sebagai berikut:

  • Mata Kuliah Keilmuan dan Keahlian (MKK) – 6 SKS
  • Mata Kuliah Berkarya (MKB) – 6 SKS
  • Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) – 14 SKS
  • Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) – 9 SKS
  • Mata Kuliah Institusional – Lokal (MKML) – 18 SKS

Fokus Pembelajaran

Program Magister menekankan pada:

  • Pendalaman teologi secara akademik
  • Pengembangan kemampuan riset
  • Analisis kritis terhadap isu-isu teologis dan sosial
  • Penulisan karya ilmiah (tesis)

Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pemimpin, pengajar, maupun peneliti yang kompeten di bidangnya.


 

Struktur Kurikulum Program Doktor (S3)

Program Doktor dirancang dalam tiga tahap utama:

Tahap 1: Perkuliahan

  • Perkuliahan tatap muka wajib: 24 SKS

Tahap 2: Studi Mandiri & Riset Awal

  • Tutorial dan bimbingan dosen: 16 SKS
  • Hasil riset dipresentasikan dalam seminar akademik

Tahap 3: Disertasi

  • Penelitian, penulisan, dan ujian disertasi: 12 SKS
  • Dibimbing oleh dua dosen pembimbing

Fokus Program Doktor

Program ini menekankan pada:

  • Kontribusi ilmiah di bidang teologi
  • Penelitian mendalam dan original
  • Pengembangan pemikiran teologis yang kontekstual
  • Publikasi dan diseminasi hasil riset

 

Catatan
  • Struktur kurikulum dapat mengalami penyesuaian sesuai kebijakan akademik terbaru
  • Mahasiswa dari latar belakang non-teologi dapat mengikuti program matrikulasi sebelum masuk ke kurikulum inti